Sambangi Kopi Raja Luwak di Liwa, UM Metro Berikan Penguatan Mitra

UM Metro – Beberapa orang dosen UM Metro yang berasal dari bidang ilmu yang berbeda-beda tergabung dalam tim Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) melakukan kunjungan ke mitra binaan. Tim yang beranggotakan Dr. Agus Sutanto, M. Si., Dr. Achyani, M.Si., Dr. Hening Widowati, M.Si., Nedi Hendri,S.E.,M.Si.Ak.,C.A.,CPA dan Fenny Thresia, M.Pd mengunjungi salah satu produsen kopi luwak di Lampung Barat, Minggu (06/11/2022)

Produsen kopi luwak yang sangat terkenal dengan brand “Gunawan Raja Kopi Luwak” yang berlokasi di Kecamatan Way Mengaku Liwa Lampung Barat telah menjadi mitra binaan sejak tahun 2014.

Pada kesempatan ini Nedi Hendri, S.E.,M.Si.Ak.,C.A., CPA. selaku pendamping menyatakan kegembiraan karena melihat mitra binaannya mulai bergeliat kembali setelah beberapa tahun mengalami penurunan omset dikarenakan pandemi.

“Saat ini Gunawan Raja Kopi Luwak memulai produksi dengan jumlah yang besar karena wisatawan dalam dan luar negeri sudah banyak berkunjung ke Liwa, sehingga permintaan kopi luwak semakin meningkat,”ujarnya.

Nedi juga menambahkan bahwa selama pandemi produksi kopi luwak sangat terbatas karena wisatawan yang datang berkunjung sangat sedikit sehingga PT. Gunawawan Raja Kopi Luwak harus memutar otak dengan memproduksi olahan lain selain kopi luwak, seperti gula semut dan kopi organik.

Gunawan Supriyadi selaku pemilik perusahaan mengutarakan saat ini pemesanan dari luar negeri mulai berdatangan sehingga membuat mereka lebih semangat untuk memproduksi kopi luwak seperti dulu.

“Alhamdulillah mitra kita di Cina, Korea dan Jepang mulai memesan kembali kopi luwak, baik itu dalam bentuk bubuk atau biji kopi,” jelas Gunawan. Ia juga menambahkan beberapa bulan ini permintaan kopi luwak sangat banyak sampai-sampai ia kehabisan stok kopi.

Pada kesempatan yang sama Dr.Agus Sutanto,M.Si. menyerahkan pupuk organik cair yang diproduksi oleh PT. PUMAKKAL Hijau Lestari sebagai bantuan kepada mitra. Pupuk cair ini dapat diaplikasikan pada kebun kopi.

“Pupuk PUMAKKAL telah kami uji coba sebelummya pada perkebunan kopi organik di Way Tenong dan Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan jauh lebih berkualitas dibandingkan menggunakan pupuk kimia,” terangnya.

Agus juga menambahkan Luwak akan sangat menyukai biji kopi petik merah organik karena rasanya lebih manis. Sehingga harapannya produksi kopi luwakpun akan lebih berkualitas.